Manajemen Pelayanan SI & TI
Manajemen Pelayanan SI/TI
1.
Apa itu Manajemen Layanan TI / Information Technology Service Management ?
ITSM (Information
Technology Service Management, Manajemen Layanan Teknologi Informasi) adalah
suatu metode pengelolaan Teknologi Informasi (TI) yang secara filosofis
terpusat pada perspektif konsumen layanan TI terhadap bisnis perusahaan. ITSM
merupakan kebalikan dari pendekatan manajemen TI dan interaksi bisnis yang
terpusat pada Teknologi Istilah ITSM tidak berasal dari suatu organisasi,
pengarang, atau pemasok tertentu dan awal penggunaan frasa inipun tidak jelas
kapan dimulainya.
(Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/ITSM
)
Seperti yang dapat kita lihat di
gambar, Service Strategy terletak pada inti dari Siklus ITIL. Tahapan
: Service Design, Service Transition, dan Service Operation membentuk
diagram alur logical untuk mengambil layanan dari sebuah ide ke dalam layanan
yang diterapkan yang dapat digunakan pelanggan.
Ketiga tahap ini terkait dengan
tahap Service Strategy karena setiap keputusan yang dibuat dalam tiga
tahap ini harus selaras dengan tujuan Strategis layanan. Tahap Continual
Improvement menyelimuti semua tahapan lain dalam model siklus layanan
ITIL. ini berarti bahwa Continual Improvement harus dilakukan di
seluruh siklus layanan. "Not Just and The End", setelah
tahapan Service Operation. Manajemen layanan harus berusaha untuk
meningkatkan proses layanan mereka dari tahap Service Strategy hingga
tahap Service Operation.
1. Service Strategy (Strategi
Layanan) adalah tahap pertama pada siklus layanan ITIL (Information Technology
Infrastructure Library) yang merupakan inti dari siklus layanan
ITIL . Untuk memiliki manajemen layanan yang lebih baik dalam
organisasi penyedia layanan, anda harus memilik strategi layanan yang
konsisten.
2. Service Design (Desain
Layanan) adalah tahap kedua pada siklus layanan ITIL yang merupakan
transformasi dari service strategy menjadi tahapan-tahapan untuk memberikan
pelayanan terhadap pengguna layanan. Service design memberikan panduan kepada
organisasi IT untuk dapat secara sistematis dan best practice mendesain dan
membangun layanan IT maupun implementasi ITSM (IT Service Management) itu
sendiri.
3. Service Transition (Transisi
Layanan) adalah tahap ketiga pada siklus layanan ITIL yang merupakan layanan
dan proses yang dirancang dalam tahap Service Design dialihkan ke
lingkungan aktif. Tahap ini termasuk persiapan layanan dan proses
untuk Live Environment. Ini juga termasuk pengajuan sebelum
masuk Live Environment . Setelah tahapan ini, layanan dan proses
diberikan kepada pelanggan mereka. Penting untuk menguji semua kemungkinan
skenario yang mungkin muncul Live Environment. Ini untuk memastikan
bahwa tidak ada gangguan ketika pelanggan mulai menggunakan layanan.
4. Service
Operation (Operasional Layanan) adalah tahap keempat pada siklus layanan
ITIL yang merupakan untuk membantu organisasi dalam mencapai target bisnis dan
menjaga kepuasan serta kepercayaan pelanggan melalui
penyampaian (delivery) layanan TI yang efektif dan efesien,
minimalisasi dampak ganguan layanan terhadap aktivitas bisnis sehari-hari serta
memastikan bahwa akses ke layanan TI hanya diberikan kepada pihak yang
berwenang menerima layanan TI tersebut. Service operation menggambarkan
proses, fungsi, organisasi, tools yang digunakan untuk mendukung
aktivitas yang sedang berlangsung dalam memberikan dan mendukung layanan.
5. Continual Service
Improvement (Peningkatan Layanan Berkelanjutan) adalah tahap terakhir pada
siklus layanan ITIL yang memberikan panduan penting dalam menyusun serta
memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya.
CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah
satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau yang dikenal sebagi Deming Quality
Cycle.
3. Contoh Beberapa Aplikasi yg Mencangkup 5
Standard International ?
· Bukalapak
· Traveloka
· Go-Jek
Komentar
Posting Komentar